Jangan Ragu Lapor Kemenkes Bila Temukan Obat Palsu

Jumat, 20/04/2012 17:33 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta,Tak mudah untuk mengatur peredaran obat palsu di Indonesia. Selain pemerintah, masyarakat hendaknya juga ikut serta membantu memberantas peredaran obat palsu. Jangan ragu-ragu melaporkan ke Kementerian Kesehatan bila menemukan obat palsu. "Jangan kapok-kapok melapor bila menemukan obat palsu. Kalau ada yang palsu jangan sungkan-sungkan melapor ke unit pelayanan konsumen BPOM atau di Kementerian Kesehatan di nomor 500-567 untuk Pusat Tanggap Respons Cepat," jelas Dra. Maura Linda Sitanggang, Ph.D, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dalam acara temu media 'Kebijakan Penyediaan Obat Nasional dan Pengawasan Serta Pengendalian Obat Peredaran Obat Palsu' di Gedung Kemenkes, Kuningan Jakarta, Jumat (20/4/2012). Menurut Linda, pemalsuan obat bukanlah perkara kecil melainkan suatu tindakan kriminal yang sangat besar. Jadi selain pemerintah, masyarakat sebagai konsumen juga hendaknya saling menjaga. Sebenarnya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun sudah sering melakukan inspeksi ke lapangan, bahkan dengan menggunakan cara undercover buy (penyamaran) ke toko-toko obat yang dicurigai mengedarkan obat palsu. Sayangnya, selama ini sanksi yang diberikan kepada pelaku pemalsuan obat tidak memberikan efek jera, sehingga makin banyak oknum yang melakukan tindakan kriminal tersebut. "Yang kedapatan bisa dipidana dan diproses di pengadilan. Tapi selama 3 tahun terakhir, sanksi yang diberikan tidak memberikan efek jera pada pelaku," ujar Dra Endang Woro T, MSc, Direktur Pelayanan Obat dan Produk Biologi BPOM. Endang menjelaskan, hukuman pidana yang diberikan selama ini adalah hukuman percobaan 2 sampai 5 bulan atau denda Rp 50 hingga Rp 4 juta. Untuk itu, pemerintah juga mengharapkan adanya kerjasama dari konsumen sebagai orang yang langsung merasakan dampak obat palsu. Memang tidak mudah untuk membedakan antara obat palsu dan asli. Satunya-satunya jalan agar terhindar dari obat palsu adalah membeli obat sarana legal seperti di apotik terpercaya. Jika ingin membeli obat bebas atau bebas terbatas periksa kembali nomor registrasi serta kemasannya ada yang bocor atau tidak. Selain itu kalau ada sisa obat sebaiknya dibuka lalu isinya dihancurkan atau dilarutkan agar obat tersebut tidak bisa dijual lagi. Bentuk, warna dan kemasan obat palsu biasanya sangat mirip dengan obat asli. Agar tidak salah beli ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat, yaitu:
  1. Periksa kemasan obat dengan teliti, apakah masih tersegel dengan baik atau tidak.
  2. Periksalah label obat, nama obat, nama produsen dan tanggal kadaluarsa.
  3. Sampaikan pada dokter jika tidak ada kemajuan setelah minum obat.
  4. Tebuslah obat resep di apotik agar terjamin keasliannya, dan jangan di toko-toko obat sembarangan.
(mer/ir)  
Loading Disqus Comments ...
Loading Facebook Comments ...