<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pusat Informasi Penyakit Infeksi &#187; Penyakit</title>
	<atom:link href="https://infeksi.com/category/penyakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infeksi.com</link>
	<description>RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso (RSPI-SS)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Jun 2012 09:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<atom:link rel='hub' href='https://infeksi.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Hah, Hipertensi Picu Impotensi</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/06/01/hah-hipertensi-picu-impotensi/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/06/01/hah-hipertensi-picu-impotensi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jun 2012 02:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[impotensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://health.okezone.com/read/2012/06/01/482/639456/hah-hipertensi-picu-impotensi</guid>
		<description><![CDATA[ 
Fakta ini dikemukakan oleh pakar kardiologi dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr SpJP (K) Santoso Karo MPH FIHA FAsSC. Dalam pemaparannya, Santoso menjelaskan bahwa hipertensi bisa jadi musuh besar kaum pria. Pasalnya, penyakit ini dapat me...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/06/01/hah-hipertensi-picu-impotensi/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div class="news">
Fakta ini dikemukakan oleh pakar kardiologi dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr SpJP (K) Santoso Karo MPH FIHA FAsSC. Dalam pemaparannya, Santoso menjelaskan bahwa hipertensi bisa jadi musuh besar kaum pria. Pasalnya, penyakit ini dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi. <em>Nah</em>, disfungsi ereksi ini sendiri cukup banyak dikeluhkan pria. Bahkan, di Indonesia tak kurang dari 60% impotensi ini disebabkan oleh hipertensi.Apa hubungan hipertensi dengan impotensi? Dijelaskan Santoso, hipertensi kronis dapat menyebabkan disfungsi endotel akibat tekanan darah yang terlalu tinggi. “Ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang mengalirkan darah ke penis juga ikut menyempit,” kata Santoso dalam acara Waspada dan Tetap Sehat dengan <em>Hipertensi</em> di Jakarta beberapa pekan lalu.

Ketidakseimbangan antara faktor relaksasi dan kontraksi pun turut terjadi seiring dengan menyempitnya pembuluh darah sehingga menyebabkan disfungsi ereksi atau penyakit impotensi. Namun, hipertensi bukan hanya penyebab utama, penyakit seperti jantung kardiovaskuler, kencing manis, serta faktor usia juga bisa menjadi pemicu impotensi. Meski demikian, Santoso tak menampik semua penyakit tersebut lebih rentan dialami perokok pasif.

Dalam kesempatan tersebut, sekaligus terungkap fakta yang mematahkan mitos yang berkembang di masyarakat. Di mana penyakit darah tinggi ini dikaitkan dengan sifat temperamental pada seseorang.

“Hipertensi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan sifat dan sikap seseorang juga usia. Penyakit ini menyasar segala usia dan lapisan masyarakat,” tutur Prof Dr dr Suhardjono SpPD KGH KGer.

Di Indonesia jumlah penderita hipertensi yang berusia 18 tahun ke atas sebanyak 31,7%. Hal ini sedikit berbeda dengan di Amerika. Di mana 2 juta anak dan remaja di sana mengidap hipertensi. Penyebab utamanya, pola makan dan gaya hidup. Di Indonesia sendiri belum ada data pasti yang menunjukkan jumlah penderita hipertensi yang berusia 18 tahun ke bawah. Namun menurut Suhardjono, hipertensi yang menyerang anak-anak lebih banyak terjadi karena faktor bawaan.

Sebut saja penyakit bawaan <em>coarctasio aorte</em>, di mana pembuluh darah besar dari jantung menyempit sehingga tekanan darah bagian atas tinggi, sedangkan bagian bawahnya rendah. Ada pula radang ginjal yang dipicu oleh tingginya kadar garam dalam tubuh. Juga <em>takayashu</em>, yakni penyempitan pembuluh darah sebelah kanan atau kiri karena radang atau TBC.

Anak yang lahir prematur juga lebih berpotensi menderita penyakit ini. Sebab, anak tersebut lahir pada saat pembentukan organ dalamnya belum begitu sempurna. Misalnya, pada bayi prematur pembentukan ginjal belum optimal. Akhirnya ginjal bekerja lebih keras dan menyebabkan rentannya hipertensi.

Sayangnya, orangtua belum banyak yang mengetahui kondisi ini. Alhasil, mereka cenderung menganggap sepele pemeriksaan darah pada anak-anak. Pemeriksaan tekanan darah pun baru dilakukan saat anak memasuki masa remaja. Namun, bagi orangtua yang memiliki riwayat hipertensi, Suhardjono menyarankan agar dilakukan pemeriksaan tekanan darah pada anak sejak dini. Perlu diketahui, tekanan darah normal pada anak sekitar 105/95.

Untuk menghindari penyakit ini, tidak lain tidak bukan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Pilih makanan yang bergizi untuk anak dan sebaiknya hindari makanan yang mengandung bumbu instan dan garam. Jangan pula membiasakan anak mengonsumsi makanan cepat saji. Sebaliknya, kenalkan anak pada manfaat buah dan sayur.
<strong>(tty)</strong>

</div>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/06/01/hah-hipertensi-picu-impotensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Rencana Strategis Nasional Flu Burung</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/05/31/10-rencana-strategis-nasional-flu-burung/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/05/31/10-rencana-strategis-nasional-flu-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2012 09:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sehatnews.com/2012/05/31/10-rencana-strategis-nasional-flu-burung/</guid>
		<description><![CDATA[&#13;
										&#13;
					Guna mengantisipasi potensi pandemik flu burung, Indonesia telah mengembangkan 10 Rencana Strategis Nasional Flu Burung (FB). 
Kesepuluh strategi tersebut antara lain Pengendalian highly pathogenic avian influenza (HPAI) pada...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/05/31/10-rencana-strategis-nasional-flu-burung/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="post-entry">
Guna mengantisipasi potensi pandemik flu burung, Indonesia telah mengembangkan 10 Rencana Strategis Nasional Flu Burung (FB).

Kesepuluh strategi tersebut antara lain Pengendalian highly pathogenic avian influenza (HPAI) pada hewan; Manajemen kasus FB pada manusia, Perlindungan kelompok risiko tinggi; Surveilans epidemiologi pada hewan dan manusia; Restrukturisasi sistem industri perunggasan; Komunikasi risiko, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat; Penguatan dukungan peraturan; Peningkatan kapasitas; Penelitian kaji tindak; serta Monitoring dan evaluasi.

Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Kemenkes RI, dr. Rita Kusriastuti, MSc, Uni Eropa mendukung Indonesia dalam melaksanakan rencana strategis nasional untuk FB selama kurun waktu 2007-2011.

Mereka mendukung Program Implementing the National Strategic Plan for Avian Influenza (INSPAI) yang berfokus pada penguatan manajemen kasus dan pengendalian infeksi, surveilans, program pasar sehat dan komunikasi risiko, serta meningkatkan pemahaman tentang FB melalui penelitian.

Keberhasilan program INSPAI antara lain berupa pengembangan 10 ruang isolasi tekanan negatif di 10 RS rujukan FB di Indonesia; program beasiswa Field Epidemiology Training Programme (FETP) bagi 73 petugas kesehatan; percontohan pasar sehat atau Health Food Market (HFM) di 10 lokasi, peningkatan kapasitas melalui pelatihan deteksi dini kasus flu burung bagi 14.500 tenaga kesehatan; pelatihan penanganan kejadian luar biasa bagi 200 petugas surveilans; dan pembiayaan 12 proyek penelitian  memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman epidemiologi, spektrum klinis dan molekul genetik virus H5N1.

&nbsp;

</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/05/31/10-rencana-strategis-nasional-flu-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flu Burung pada Manusia Berpotensi KLB dan Pandemik</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/05/31/flu-burung-pada-manusia-berpotensi-klb-dan-pandemik/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/05/31/flu-burung-pada-manusia-berpotensi-klb-dan-pandemik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2012 09:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sehatnews.com/2012/05/31/flu-burung-pada-manusia-berpotensi-klb-dan-pandemik/</guid>
		<description><![CDATA[&#13;
										&#13;
					Flu Burung (FB) pada manusia adalah penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan pandemik. Sejak dilaporkan pertama kali pada Juli 2005, jumlah kumulatif kasus FB mencapai 189 dengan 157 kematian. Sement...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/05/31/flu-burung-pada-manusia-berpotensi-klb-dan-pandemik/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="post-entry">
Flu Burung (FB) pada manusia adalah penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan pandemik.Sejak dilaporkan pertama kali pada Juli 2005, jumlah kumulatif kasus FB mencapai 189 dengan 157 kematian. Sementara itu, selama Januari – Mei 2012, jumlah kasus FB yang dilaporkan sebanyak 6 kasus dengan 6 kematian. Tahun ini, provinsi Bengkulu dan NTB melaporkan adanya kasus FB pada manusia.

Demikian disampaikan Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Kemenkes RI, dr. Rita Kusriastuti, MSc,  dalam presentasinya pada Kegiatan Diseminasi Hasil Pembelajaran Implementing The National Strategic Plan for Avian Influenza (INSPAI) in Framework for Pandemic Preparedness, Senin (28/5/2012).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan WHO Indonesia, dr. Graham Tallis; perwakilan Uni Eropa, Colin Crooks; Sekretaris Komisi Nasional Zoonosis, dr. Emil Agustiono; para Pejabat Eselon II Kemenkes RI, serta undangan yang merupakan perwakilan dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah, juga para dokter klinik swasta dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Menurut Rita, kontak langsung dengan unggas sakit/mati merupakan faktor risiko terbesar penularan FB  (45%), namun saat ini kontak tidak langsung atau kontak dengan lingkungan (41%) yang tercemar virus FBjuga perlu menjadi perhatian.

“Kontak tidak langsung dapat terjadi di pasar tradisional, pasar unggas, lingkungan pemukiman dimana pernah terjadi kematian unggas akibat avian influenza (AI), pemakai pupuk kandang yang berasal dari kotoran unggas, lingkungan yang tercemar akibat transportasi unggas atau pembuangan unggas mati yang tidak pada tempatnya”, tambah dr. Rita Kusriastuti.

&nbsp;

</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/05/31/flu-burung-pada-manusia-berpotensi-klb-dan-pandemik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/05/17/yang-perlu-dipahami-dari-hipertensi/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/05/17/yang-perlu-dipahami-dari-hipertensi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 04:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590272/s/1f6e7d22/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A120C0A50C170C10A59390C19191480C7630Cyang0Eperlu0Edipahami0Edari0Ehipertensi/story01.htm</guid>
		<description><![CDATA[
		
		
		Kamis, 17/05/2012 10:59 WIB 				Vera Farah Bararah - detikHealth
		
        

		Jakarta, Tekanan darah tinggi atau dikenal dengan hipertensi adalah kondisi medis yang seringkali tidak disadari oleh pasien. Untuk itu tak ada salahnya mengetahu...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/05/17/yang-perlu-dipahami-dari-hipertensi/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="isiberita">

<span class="date">Kamis, 17/05/2012 10:59 WIB </span>

<span class="reporter"><strong>Vera Farah Bararah</strong> - detikHealth</span>

<strong>Jakarta,</strong>Tekanan darah tinggi atau dikenal dengan hipertensi adalah kondisi medis yang seringkali tidak disadari oleh pasien. Untuk itu tak ada salahnya mengetahui 6 fakta seputar hipertensi.

Tekanan darah dibilang normal jika nilainya 120/80 dan dikatakan tekanan darah tinggi jika nilainya lebih dari 140/90. Jika tekanannya diantara 120-140 untuk sistolik dan 80-90 untuk diastoliknya, maka disebut dengan prehipertensi. Orang yang prehipertensi ini harus hati-hati dan menjaga pola hidupnya agar tidak menimbulkan komplikasi.

Hipertensi biasanya diam-diam atau tidak memiliki gejala yang muncul, kadang setelah 5-10 tahun baru terasa atau sudah ada komplikasinya. Berikut ini beberapa fakta seputar hipertensi yang diungkapkan oleh ahli jantung Dr Adriaan Synders, seperti dikutip dari <em>Health24,</em> Kamis (17/5/2012) yaitu:

1. Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum melakukan berbagai aktivitas, seperti menghadapi jalanan macet, bertemu klien atau yang lain serta sebelum mengonsumsi obat. Jika nilainya normal maka prognosisnya lebih baik di kemudian hari.

2. Jika pusing yang dialami cukup mengganggu kualitas hidup, sebaiknya lakukan pengukuran tekanan darah 10-20 menit setelah melakukan kegiatan atau olahraga yang biasa dilakukan setiap minggunya, hal ini karena pusing bisa jadi merupakan tanda dari tekanan darah tinggi.

3. Hipertensi seringkali tidak bergejala sehingga tidak disadari, untuk itu diperlukan pemeriksaan yang teratur. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti stroke atau jantung.

4. Perempuan dengan hipertensi yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke otak, khususnya jika perempuan tersebut pernah menjalani pengobatan terapi hormon. Karena itu dengan berhenti merokok bisa membantu mengurangi risiko hipertensi dan komplikasinya.

5. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa memberikan kontribusi terhadap kondisi pengerasan arteri atau atheroskelrosis, serta bisa mengubah hasil pembacaan dari pemeriksaan jantung EKG (Elektrokardiografi).

6. Hipertensi bukan penyakit orang tua, karena tekanan darah tinggi bisa dialami oleh siapa saja bahkan pada orang yang muda sekalipun. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dan jarang berolahraga.

(<strong>ver/ir</strong>)

<!-- baca ini juga-->

&nbsp;

&nbsp;
<div class="konsultasi"></div>
&nbsp;

</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/05/17/yang-perlu-dipahami-dari-hipertensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih dari Seratus Ribu Perempuan Indonesia Menderita Lupus Tiap Tahun</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/05/09/lebih-dari-seratus-ribu-perempuan-indonesia-menderita-lupus-tiap-tahun/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/05/09/lebih-dari-seratus-ribu-perempuan-indonesia-menderita-lupus-tiap-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 10:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[lupus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sehatnews.com/2012/05/09/lebih-dari-seratus-ribu-perempuan-indonesia-menderita-lupus-tiap-tahun/</guid>
		<description><![CDATA[&#13;
										&#13;
					Lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia telah terdiagnosis penyakit Lupus. Sebagian besar penderitanya ialah perempuan di usia produktif yang ditemukan lebih dari seratus ribu setiap tahunnya. Di Indonesia jumlah penderita p...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/05/09/lebih-dari-seratus-ribu-perempuan-indonesia-menderita-lupus-tiap-tahun/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="post-entry">
Lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia telah terdiagnosis penyakit Lupus. Sebagian besar penderitanya ialah perempuan di usia produktif yang ditemukan lebih dari seratus ribu setiap tahunnya.Di Indonesia jumlah penderita penyakit Lupus secara tepat belum diketahui tetapi diperkirakan mencapai jumlah 1,5 juta orang.

Demikian sambutan Menkes RI yang diwakili oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan Kemenkes RI, dr. Dr. Trihono, Msc. pada peringatan hari Lupus Sedunia yang diselenggarakan oleh Syamsi Dhuha Foundation di Aula Kampus Timur ITB, Bandung. Hadir pada Acara tersebut, Pengurus Syamsi Dhuha Foundation, Perwakilan Dekan ITB, Skretaris Ditjen Binfar &amp; Alkes, Direktur Penyakit Tidak Menular dan Kepala Pusat Promosi Kesehatan, Pengurus Syamsi Dhuha Foundation, Para Pemerhati  Lupus, dokter dan tenaga medis lainnya.

“Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang hampir seluruh organ atau sistem tubuh dan dapat mengancam jiwa. Diagnosis penyakit ini sering terlambat diketahui karena gejala yang timbul menyerupai berbagai gejala penyakit  sehingga dijuluki penyakit yang mempunyai seribu wajah,” terang Ka. Badan Litbangkes.

Lebih lanjut Kepala Badan Litbangkes menyatakan, penting bagi para tenaga dokter untuk dapat melakukan pelatihan untuk dapat mendiagnosis penyakit Lupus karena menampakan gejala yang berbeda – beda sehingga tidak mudah didiagnosa oleh para doker. Sementara bagi masyarakat perlu upaya peningkatan untuk menumbuhkan kesadaran dan pencegahan agar dapat mengenal lebih dini gejala penyakit lupus sehingga dapat memperoleh pengobatan yang tepat.

Kegiatan “Care for Lupus Syamsi Dhuha Foundation Awards” sangat relevan dengan tema peringatan Hari Lupus Sedunia tahun ini yaitu ’Never Give Up”, karena upaya yang dilakukan oleh para penerima penghargaan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup Orang Hidup Dengan Lupus (Odapus). Care for Lupus Syamsi Dhuha foundation awards 2012 terdiri dari tiga kategori yaitu: Research Sponsorship, Writing Competetition, dan Lifetime Achievement

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Litbangkes mendapat kehormatan untuk menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Research Sponsorship di Bindang Obat atau suplemen yang terkait dengan pemakaian bahan alam yang tersedia di Indonesia sebagai terapi suplemen dalam pengobatan dan atau pengendalian penyakit lupus.

Pemenang pertama ialah Niken Indriyanti dari Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Kaltim dengan judul penelitian: Pengaruh cocor bebek terhadap konsentrasi plasma metilprednisolon dan pengembangan formulanya untuk terapi penanganan Lupus; pemenang kedua ialah Wigit Kristianto dari Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya dengan judul penelitian uji efektifitas Jakalin biji nangka dalam mengurangi jumlah limfosi B dan Gambaran Glomerunefritis ginjal pada mencit BALB/ c dengan Lupus Like Syndrome yang diinduksi pada pristan; sementara pemenang ketiga ialah Muhammad Afifudin dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, dengan judul penelitian potensi ketela rambat ssebagai terap I nutrisi bagi pasien Lupus Eritematosisi Sistemik dengan menignkatkan Foxp3 Sn menginhibisi IL-23R.

Berbagai penelitian terkait tanaman obat Indonesia yang berpotensi sebagai suplemen terapi Lupus yang aman dan efektif, harus terus dilakukan. Hal ini penting mengingat penderita Lupus harus berobat seumur hidup, setidaknya upaya ini dapat membantu mengendalikan penyakit Lupus, tegas dr. Trihono.

Pemberian penghargaan ini selain merupakan suatu terobosan positif, juga diharapkan untuk mendorong berbagai pihak untuk mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas hidup para Odapus serta meningkatkan kesadaran, kepedulian masyarakat terhadap Lupus,” jelas Ka. Badan Litbangkes
<h2></h2>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/05/09/lebih-dari-seratus-ribu-perempuan-indonesia-menderita-lupus-tiap-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Delapan Tahun Tumor di Perut Tak Sembuh</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/05/08/delapan-tahun-tumor-di-perut-tak-sembuh/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/05/08/delapan-tahun-tumor-di-perut-tak-sembuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 13:10:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[tumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesehatan.liputan6.com/read/398337/delapan-tahun-tumor-di-perut-tak-sembuhdelapan-tahun-tumor-di-perut-tak-sembuh</guid>
		<description><![CDATA[                Liputan6.com, Malang: Selama delapan tahun seorang wanita di Malang, Jawa Timur berjuang hidup melawan penyakit tumor di perut. Perut Sumiah yang membuncit sudah seperti sedang mengandung sembilan bulan. Kondisi Sumiah pun tak juga mem...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/05/08/delapan-tahun-tumor-di-perut-tak-sembuh/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div class="pepe"><strong>Liputan6.com, Malang:</strong>Selama delapan tahun seorang wanita di Malang, Jawa Timur berjuang hidup melawan penyakit tumor di perut. Perut Sumiah yang membuncit sudah seperti sedang mengandung sembilan bulan. Kondisi Sumiah pun tak juga membaik meski rumahnya sudah dijual demi kesembuhan yang ternyata belum juga datang.
Sumiah kini terbaring tak berdaya di kamar sempit milik kerabatnya. Ia cuma bisa menahan rasa sakit. Awalnya perempuan berusia 65 tahun itu mengira ia sedang hamil. Alhasil ia tak menghiraukan kondisinya.
Sudah terpikir untuk berobat ke rumah sakit. Tapi apalah daya, kemiskinan membuat ia dan suami tak mampu memeriksa penyakit ke dokter. Penderitaan bertambah lantaran Sarimin, suami tercinta juga terserang stroke.
Kini untuk membiayai hidup, Sumiah hanya mendapatkan belas kasih dari tetangga. Ia bahkan terpaksa tinggal di rumah salah satu kerabat karena tak lagi mempunyai rumah.(AIS)

</div>
</div>
<center></center>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/05/08/delapan-tahun-tumor-di-perut-tak-sembuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Jenis Pencegahan Hipertensi di Indonesia</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/05/07/3-jenis-pencegahan-hipertensi-di-indonesia/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/05/07/3-jenis-pencegahan-hipertensi-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 12:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://health.okezone.com/read/2012/05/07/482/625373/3-jenis-pencegahan-hipertensi-di-indonesia</guid>
		<description><![CDATA[HIPERTENSI merupakan penyakit yang  muncul akibat gaya hidup yang kurang sehat. Penanggulangan  hipertensi di Indonesia pun dimulai dengan  meningkatkan kesadaran masyarakat dan perubahan pola hidup ke arah yang lebih  sehat.Berdasarkan hasil Riset  Ke...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/05/07/3-jenis-pencegahan-hipertensi-di-indonesia/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="news"><strong>HIPERTENSI</strong>merupakan penyakit yang muncul akibat gaya hidup yang kurang sehat. Penanggulangan hipertensi di Indonesia pun dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat.Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. Hal ini terlihat dari hasil pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi (jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) hipertensi di Indonesia sebesar 31,7 persen.

Padahal, bahaya hipertensi yang gejalanya sulit dideteksi ini jika dibiarkan menetap atau lama tak ditanggulangi dapat merusak arteri jantung juga penyebab terbesar stroke. Tekanan darah tinggi juga berbahaya karena menyebabkan kelelahan jantung dan arteri, serta menimbulkan kerusakan jaringan halus.

Jika dibiarkan tidak ditangani, tekanan darah tinggi akhirnya merusak mata dan ginjal. Semakin tinggi tekanan darah, semakin besar pula risiko komplikasi, misalnya serangan jantung, penyakit arteri koroner, dan stroke yang akan memperpendek usia. Menurunkan tekanan darah walaupun hanya sedikit akan mengurangi risiko serangan jantung sebesar 20 persen.

Dalam rilis yang diterima <strong>Okezone</strong>, Senin (7/05/2012), Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&amp;H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI memaparkan beberapa upaya yang dilakukan pemerintah melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dasar Puskesmas melakukan kegiatan pencegahan seperti berikut:<strong></strong>

Pencegahan primer<strong></strong>

Pencegahan primer berupa kegiatan untuk menghentikan atau mengurangi faktor risiko hipertensi sebelum penyakit hipertensi terjadi.
Pencegahan primer dilaksanakan melalui berbagai upaya, seperti promosi kesehatan mengenai peningkatan perilaku hidup sehat, yakni diet yang sehat dengan cara makan cukup sayur dan buah, rendah garam dan lemak, rajin melakukan aktivitas dan tidak merokok.
<strong>
</strong>
<strong>Pencegahan sekunder</strong>

Pencegahan sekunder lebih ditujukan pada kegiatan deteksi dini untuk menemukan penyakit. Bila ditemukan kasus, maka dapat dilakukan pengobatan secara dini.
<strong>
</strong>
<strong>Pencegahan Tertier</strong>

Pencegahan tertier dilaksanakan agar penderita hipertensi terhindar dari komplikasi yang lebih lanjut, serta untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang lama ketahanan hidup. Dalam pencegahan tertier, kegiatan difokuskan kepada mempertahankan kualitas hidup penderita.

Pencegahan tertier dilaksanakan melalui tindak lanjut dini dan pengelolaan hipertensi yang tepat, serta minum obat teratur agar tekanan darah dapat terkontrol dan tidak memberikan komplikasi seperti penyakit ginjal kronik, stroke, dan jantung.
Penanganan respons cepat juga menjadi hal yang utama agar kecacatan dan kematian dini akibat penyakit hipertensi dapat terkendali dengan baik.

<strong>(tty)
</strong>

</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/05/07/3-jenis-pencegahan-hipertensi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Bulan Terakhir, 134 Meninggal Akibat AIDS di Jayapura</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/05/07/3-bulan-terakhir-134-meninggal-akibat-aids-di-jayapura/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/05/07/3-bulan-terakhir-134-meninggal-akibat-aids-di-jayapura/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 12:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[hiv/aids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sehatnews.com/2012/05/07/3-bulan-terakhir-134-meninggal-akibat-aids-di-jayapura/</guid>
		<description><![CDATA[&#13;
										&#13;
					Berdasarkan data di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura, sebanyak 134  orang dengan HIV/AIDS di  Kota Jayapura, Papua meninggal dunia pada kurun waktu antara Januari hingga Maret 2012.
Ketua KPA Kota Jayapura, Dr...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/05/07/3-bulan-terakhir-134-meninggal-akibat-aids-di-jayapura/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="post-entry">
Berdasarkan data di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura, sebanyak 134  orang dengan HIV/AIDS di  Kota Jayapura, Papua meninggal dunia pada kurun waktu antara Januari hingga Maret 2012.

Ketua KPA Kota Jayapura, Dr. H, Nuralam,SE,MSi, di Jayapura, Senin  mengatakan, jumlah pengidap  Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang meninggal pada triwulan pertama menurun, namun jumlah pengidap  meningkat dengan jumlah 2.292 kasus baru.

Dari jumlah tersebut, katanya, AIDS tercatat 2.133 kasus, sedangkan selebihnya 159 orang adalah pengidap HIV .

“Pada triwulan pertama 2012 jumlah pengidap HIV-AIDS terus meningkat, KPA mencatat 2.292 kasus baru untuk Kota Jayapura,  dari angka tersebut KPA bersyukur karena pemerintah  melalui Dinas Kesehatan dan KPA dapat menekan angka kematian ODHA, karena jumlah yang meninggal mengalami penurunan dari tahun 2011,” terangnya.

Dia mengatakan, berkat keseriusan pemerintah melalui Dinas Kesehatan setempat terus melakukan pemeriksaan bagi  masyarakat yang berobat di rumah sakit, Puskesmas, maupun klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jayapura.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga mengintensifkan sosialisasi baik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, maupun yang dilakukan KPA baik ke masyarakat langsung maupun ke sekolah-sekolah.

“Kami terus melakukan sosialisasi di setiap kesempatan, termasuk melibatkan tokoh agama untuk memberikan ceramah agar ada pemahaman bagaimana pencegahannya yang harus diketahui masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Dolarina de Breving, secara terpisah mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura, saat ini terus berupaya untuk mendekatkan pelayananan  VCT ke setiap kelurahan, melalui petugas penyuluh dari KPA dan petugas yang berada di puskesmas pembantu.

Upaya pemerintah tersebut, kata dia, dimaksudkan agar lebih mempermudah ODHA dan kelompok masyarakat rentan HIV/AIDS memeriksakan diri.

“Kami dari Dinas Kesetahan berupaya menjemput bola dengan mendekat layanan VCT kepada masyarakat,” kata dr Dolarina.

Dia lebih lanjut mengatakan, Upaya dan taget pemerintah kota dan pemerintah pusat untuk menekan jumlah penyebaran HIV/AIDS di daerah ini bisa tercapai.

</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/05/07/3-bulan-terakhir-134-meninggal-akibat-aids-di-jayapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanker Membuat Rasdiana Tak Bisa Berjalan</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/04/30/kanker-membuat-rasdiana-tak-bisa-berjalan/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/04/30/kanker-membuat-rasdiana-tak-bisa-berjalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 05:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesehatan.liputan6.com/read/394298/kanker-membuat-rasdiana-tak-bisa-berjalankanker-membuat-rasdiana-tak-bisa-berjalan</guid>
		<description><![CDATA[                Liputan6.com, Polewali Mandar: Rasdiana, gadis belia penderita kanker di kaki di Wonomulyo, Polewali Mandar, akhirnya dirujuk ke Makassar, Sulawesi Selatan. Rencananya, kaki kiri dia bakal dioperasi.&#13;
Saat dibawa ke rumah sakit, Ra...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/04/30/kanker-membuat-rasdiana-tak-bisa-berjalan/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="pepe"><strong>Liputan6.com, Polewali Mandar</strong>: Rasdiana, gadis belia penderita kanker di kaki di Wonomulyo, Polewali Mandar, akhirnya dirujuk ke Makassar, Sulawesi Selatan. Rencananya, kaki kiri dia bakal dioperasi.
Saat dibawa ke rumah sakit, Rasdiana yang masih berusia tujuh tahun, terus menangis. Dia merintih menahan rasa sakit. Berbulan-bulan dia tak mendapat pengobatan. Akibatnya, kaki kiri Rasdiana terus membesar hingga dia tak bisa berjalan.
Melihat anaknya menangis, orangtua Rasdiana, Suratman dan Ragasia, terlihat haru. Mereka juga tak sanggup menahan tangis. Orangtua dan keluarga berharap Rasdiana bisa segera sembuh setelah menjalani operasi di Makassar.
Menurut kabar, kanker di kaki Rasdiana berawal ketika dia terjatuh dari sepeda. Dia mengeluh sakit di bagian kaki. Namun karena Warji, neneknya, tak mempunyai uang, Rasdiana tak pernah dibawa ke rumah sakit.
Ini membuat kaki Rasdiana bengkak. Akibatnya, korban tak bisa bergerak dan berjalan. Tiga hari belakangan ini, dia hanya terbaring lemah di RSU Polewali Mandar.
Belakangan, Pemda Polewali Mandar tergerak untuk membantu membiayai pengobatan Rasdiana. Keluarga berharap, Rasdiana segera sembuh dan bisa sekolah kembali.(ULF)

</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/04/30/kanker-membuat-rasdiana-tak-bisa-berjalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Kesuburan Tingkatkan Risiko Bayi Leukemia</title>
		<link>https://infeksi.com/2012/04/26/obat-kesuburan-tingkatkan-risiko-bayi-leukemia/</link>
		<comments>https://infeksi.com/2012/04/26/obat-kesuburan-tingkatkan-risiko-bayi-leukemia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 11:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[berita]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[leukemia]]></category>
		<category><![CDATA[mandul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesehatan.liputan6.com/read/392804/obat-kesuburan-tingkatkan-risiko-bayi-leukemiaobat-kesuburan-tingkatkan-risiko-bayi-leukemia</guid>
		<description><![CDATA[                Liputan6.com, London: Obat keseburuan yang biasa dikonsumsi ibu hamil dikhawatirkan akan meningkatkan risiko bayi yang lahir terkena leukimia. Seperti diwartakan The Sun, Selasa (24/4), berdasarkan penelitian, bayi yang lahir 2,6 kali ...<p class="more-link-p"><a class="more-link" href="https://infeksi.com/2012/04/26/obat-kesuburan-tingkatkan-risiko-bayi-leukemia/">Read more &#8594;</a></p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="pepe"><strong>Liputan6.com, London</strong>: Obat keseburuan yang biasa dikonsumsi ibu hamil dikhawatirkan akan meningkatkan risiko bayi yang lahir terkena leukimia. Seperti diwartakan <em>The Sun</em>, Selasa (24/4), berdasarkan penelitian, bayi yang lahir 2,6 kali lebih mungkin berisiko terkena akut lymphoblastic leukemia, tipe paling umum.
Pemimpin studi Dr Jeremie Rudant mengatakan, "teknologi reproduksi Assisted mungkin terlibat dalam timbulnya kanker anak. Obat tersebut membuat pembentukan berulang pada saat pembuahan. Hal itu diyakini penyabab munculnya leukimia pada anak yang lahir." Ia menambahkan, hasil itu menunjukan jika kebanyakan kasus leukimia akut terjadi saat sebelum proses kelahiran.
Sedikitnya 44.000 wanita melakukan pengobatan kesuburan setiap tahun di Inggris. Tapi meskipun peningkatan risiko, jumlah kasus leukimia di Inggris sangat kecil, hanya 400 didiagnosa setiap tahun.
Penelitian yang disajikan pada konferensi Childhood Cancer 2012 di London, Inggris, untuk pertama kalinya menunjukkan hubungan antara obat kesuburan dan leukimia.(MEL)

</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://infeksi.com/2012/04/26/obat-kesuburan-tingkatkan-risiko-bayi-leukemia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
